Singa Hitam Selalu Berlari

Posted by Kuncup Kaka on Senin, 25 Januari 2016



Derap sepatu kesayangannya sering kali mengiringi langkahnya di koridor kelas. Matanya yang seperti hazelnut menatap tajam ke seluruh penjuru lapangan. Peluh yang turun dari dahinya menembus rambut hitam bergelombang yang Beliau miliki. Badannya yang tegap dengan tinggi sekitar 168 cm dan berat badan 75 kg membuatnya lebih gagah dan bugar di hadapan para murid. Kaus olahraga dan celana training yang senantiasa melekat di tubuhnya cocok dengan kulitnya yang hitam manis. Beliau adalah seseorang yang sangat menghargai waktu. Tak ayal, Beliau selalu mengenakan arloji di tangannya. Gelang dan kalung yang Beliau gunakan menambah lengkap penampilannya yang sporty.
Pemilik nama lengkap Lambertus Leo Sergio Batista Sili, S.Pd. ini lahir di Pontianak, 28 Juni 1987.  Penggemar warna black and white itu kini mengajar sebagai salah satu guru di SMA Kristen Kanaan. Tepatnya sebagai guru olahraga. Beliau berhasil menamatkan kuliahnya di Universitas Negeri Jakarta. Meskipun lahir di Pulau Kalimantan, pria yang satu ini ternyata memiliki darah keturunan Flores. Beliau
menjalani pendidikan dasar hingga menengah pertama di Sekolah Katholik Suster yang berada di Pontianak. Ketika hendak melanjutkan studinya, Beliau mengaku sempat mengalami beberapa kendala.
Hal itu menjadi pengalaman yang pahit namun patut disyukuri hingga saat ini. Beliau hendak melanjutkan pendidikannya dari menengah pertama ke Sekolah Olahraga di bilangan Ragunan. Karena Beliau menyadari minatnya yang begitu besar di bidang Olahraga serta mimpinya untuk menjadi pemain sepak bola. Akan tetapi, ternyata harapan juga butuh kenyataan.
Beliau tidak dapat memasuki Sekolah Olahraga tersebut. Harapan Beliau tidak dapat terpenuhi ketika Beliau sudah jauh-jauh merantau ke Jakarta. Namun, Tuhan memang sayang umat-Nya. Bagaikan malaikat, Beliau bertemu dengan Rony Patinasarani. Rony adalah seseorang yang cukup berjasa saat itu. Tatkala Rony merupakan mantan pemain Timnas, Rony menyarankan agar Beliau bergabung dengan Klub Persib Bandung. Lantas, ditolaknya tawaran tersebut. Karena Beliau mulai menyadari bahwa di Bandung, Beliau mungkin hanya sebatang kara dan tidak memiliki tempat tinggal.
Akhirnya Beliau bergabung dalam Klub Persita Tangerang. Dimana Beliau dapat tinggal bersama Tantenya dan Beliau juga bisa sambil menempuh SMA di Kanaan Tangerang. Beliau mengaku pernah salah jurusan ketika kuliah. Beliau mengambil jurusan Geografi selama 1 tahun karena merasa tidak cocok, Beliau masuk ke jurusan akademik Olahraga bagian keguruan.
Baginya menjadi guru olahraga penuh dengan suka dan duka. Sukanya apabila para murid bisa kooperatif juga karena beliau memang terbiasa berada di lapangan daripada di kelas. Tapi, Beliau juga sangat kecewa apabila ada anak murid yang melanggar tata tertib yang sudah disepakati bersama.
Dari perjalanan hidupnya itu, Beliau telah banyak menerima pengalaman-pengalaman. Beliau menikmati dan mengambil hikmahnya serta mensyukurinya. Bagi Pria yang sangat menyukai traveling dan snorkeling ini, yang terpenting adalah bekerja keras. “IMPOSSIBLE IS NOTHING”, katanya ketika ditanya tentang moto hidup seraya mengakhiri wawancara. (Eskul Jurnalis/Novita)

0 Response to "Singa Hitam Selalu Berlari"

Tinggalkan Kesanmu di sini