CONTOH MAKALAH

Posted by Kuncup Kaka on Sabtu, 25 Juni 2016


PENGARUH KEHARMONISAN KELUARGA  TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA SMAK KANAAN JAKARTA


MAKALAH
Karya Tulis ini Disusun untuk Memenuhi Standar Kelulusan
Kelas XII SMAK KANAAN Jakarta tahun akademik 2015-2016






Oleh
Alexander Muliawan

JURUSAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
SEKOLAH MENENGAH ATAS KRISTEN KANAAN
JAKARTA
2015

LEMBAR PERSETUJUAN

Karya tulis yang berjudul PENGARUH KEHARMONISAN KELUARGA  TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA SMAK KANAAN JAKARTA telah diperiksa dan disetujui oleh pembimbing materi dan teknis pada:

Hari/tanggal         :
Tempat                             :
Waktu                               :


Pembimbing Materi,                                   Pembimbing Teknis,
   
                                                                                                                                      
Dra. Suryani. M.M.                                Martinus Ruma, S. Pd.


MENGETAHUI
Kepala SMAK KANAAN Jakarta


Indri Astuti, S. Pd.

KATA PENGANTAR
               Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat dan rahmat-Nya sehingga penulis bisa menyelesaikan karya ilmiah yang berjudul, “PENGARUH KEHARMONISAN KELUARGA TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA SMAK KANAAN JAKARTA”. Ini tepat pada waktunya. Karya ilmiah ini disusun sebagai salah satu standar kelulusan untuk kelas XII SMAK Kanaan Jakarta.
               Proses penyusunan karya ilmiah ini, Penulis telah berusaha semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan penulis. Namun sebagai peneliti pemula, penulis tidak luput dari kesalahan, baik dari segi teknik penulisan maupun tata bahasa. Oleh karena itu, segala kritik dan saran dari pembaca sekalian sangat diharapkan untuk penyempurnaan makalah yang sederhana ini.
               Dalam penyelesaian karya tulis ilmiah ini, Penulis banyak mendapat bimbingan dan pengarahan dari berbagai pihak. Untuk itu Penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada:
1.        Dra.Suryani.M.M, sebagai pembimbing materi yang telah meluangkan waktunya untuk membimbing penulis.
2.        Martinus Ruma,S.Pd sebagai pembimbing teknis yang telah menyediakan waktunya, di tengah kesibukanya mengajar untuk membimbing dan mengajarkan teknis penulisan makalah. 
3.        Siswa siswi Kanaan.
Semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi para pembaca. Penulis mengharapkan saran serta kritik dari berbagai pihak yang bersifat membangun.

Jakarta, 18 April 2016

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Sekolah tentulah sangat penting untuk kehidupan seorang anak. Melalui sekolah mereka bisa menuntut ilmu hingga menjadi orang yang berguna dan sukses suatu saat. Maka para siswa belajar dengan giat pada saat di sekolah agar mereka bisa mendapatkan prestasi yang baik. Tetapi masih banyak siswa yang prestasinya kurang maksimal pada saat berada di sekolah. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor, tetapi faktor yang paling utama ada di keluarga. Mengapa keluarga? Karena keluarga adalah tempat pembelajaran seorang siswa yang paling awal.
Banyak sekali faktor yang dapat berdampak kepada prestasi siswa di sekolah yang disebabkan oleh masalah yang ada di keluarga. Misalnya orang tua yang selalu bertengkar, hal itu adalah satu dari banyak masalah  keharmonisan suatu keluarga yang bisa membebani pikiran siswa.
Asumsi penulis masalah-masalah tersebut menjadi penyebab kurang fokusnya para siswa di sekolah. Di sekolah yang seharusnya para siswa bisa belajar dengan maksimal, tetapi malah terganggu oleh pikiran-pikiran yang terjadi di keluarga mereka. Hal tersebut merupakan dasar penulisan bagi Penulis untuk meneliti masalah Keharmonisan keluarga yang berdampak pada prestasi siswa SMAK Kanaan dengan judul: PENGARUH KEHARMONISAN KELUARGA TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA SMAK KANAAN JAKARTA .

1.2.      Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dibahas, penulis mengindentifikasi masalah- masalah yang ada dalam penelitian ini sebagai berikut.
1.        Apa yang menjadi penyebab masalah keharmonisan di keluarga?.
2.        Keharmonisan di keluarga bisa menjadi penentu prestasi seorang siswa di sekolah?.

1.3. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan rumusan masalah sebagai berikut.
1.        Apa yang dimaksud dengan keluarga harmonis?
2.        Apakah keharmonisan keluarga memengaruhi prestasi seorang siswa?
3.        Bagaimana perbedaan prestasi siswa yang keluarganya harmonis dan kurang harmonis?

1.4.      Tujuan Penelitian
1.        Mengetahui berapa presentase siswa yang keluarganya kurang harmonis.
2.        Untuk mengetahui apakah keharmonisan keluarga mempengaruhi prestasi belajar siswa.
3.        Untuk mengetahui perbedaan prestasi siswa yang keluarganya harmonis dan kurang harmonis.

1.5.      Manfaat Penelitian
1.        Menjadi solusi alternatif bagi sekolah dalam dalam membangun komunikasi yang lebih baik lagi dengan orang tua siswa dalam mendidik siswa-siswi di SMAK Kanaan Jakarta.
2.        Menjadi contoh refrensi makalah bagi adik-adik kelas nanti.
3.        Melatih penulis sebagai peneliti pemula untuk berpikir kritis dan analisis sehingga kelak di perguruan tinggi sudah terbiasa dengan penulisan karya ilmiah.

1.6. Hipotesis
Keharmonisan keluarga dapat memengaruhi prestasi belajar seorang siswa. Maka kemungkinan siswa yang keharmonisan keluarganya kurang baik, prestasi belajarnya akan lebih buruk dari siswa yang memiliki keluarga yang harmonis

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1. Definisi Keharmonisan Keluarga
Mampu membicarakan perbedaan tersebut serta memahami pandangan pasangannya. mampu menerima kenyataan bahwa pasangan anda tumbuh dengan latar belakang yang berbeda. (wright, 2008 : 44).
Keharmonisan adalah kedaan selaras atau serasi, keharmonisan bertujuan untuk mencapai keselarasan dan keserasian, dalam kehidupan rumah tangga perlu menjaga kedua hal tersebut untuk mencapai keharmonisan rumah tangga. Hal ini sesuai dengan pandangan wright, seorang pakar komunikasi keluarga bahwa, “janganlah menuntut ketaatan, janganlah memerintah pasangan anda untuk menghormati otoritas anda”. (wright, 2008:44)
Keluarga harmonis merupakan keluarga yang penuh dengan ketenangan, ketentraman, kasih sayang, keturunan dan kelangsungan generasi masyarakat, belas-kasih dan pengorbanan, saling melengkapi dan menyempurnakan, serta saling membantu dan bekerja sama. (Qaimi, 2002:14).
Suami istri bahagia menurut Hurlock adalah suami istri yang memperoleh kebahagiaan bersama dan membuahkan keputusan yang diperoleh dari peran yang mereka mainkan bersama, mempunyai cinta yang matang dan mantap satu sama lainnya, dan dapat melakukan penyesuaian seksual dengan baik, serta dapat menerima peran sebagai orang tua. (Hurlock, 1999: 299).

2.2  Psikologi Remaja
Masa remaja adalah peralihan dari masa anak dengan masa dewasa yang mengalami perkembangan semua aspek fungsi untuk memasuki masa dewasa. (Rumini & Siti Sundari (2004: 53).
Perkembangan emosi remaja awal menunjukkan sifat sensitif, reaktif yang kuat, emosinya bersifat negatif dan temperamental (mudah tersinggung, marah, sedih, dan murung). Sedangkan remaja akhir sudah mulai mampu mengendalikannya.
Remaja yang berkembang di lingkungan yang kurang kondusif, kematangan emosionalnya terhambat. Sehingga sering mengalami akibat negatif berupa tingkah laku, misalnya :
1.         Agresif : melawan, keras kepala, berkelahi, suka menggangu dan lain-lainnya
2.         Lari dari kenyataan (regresif) : suka melamun, pendiam, senang menyendiri, mengkonsumsi obat penenang, minuman keras, atau obat terlarang
Sedangkan remaja yang tinggal di lingkungan yang kondusif dan harmonis dapat membantu kematangan emosi remaja menjadi :
1.         Adekuasi (ketepatan) emosi : cinta, kasih sayang, simpati, suka menolong, sikap hormat dan menghormati orang lain, ramah.
2.           Mengendalikan emosi : tidak mudah tersinggung, tidak agresif, wajar, tidak meledak-ledak, menghadapi kegagalan secara sehat dan bijak (Sarwono 2010:24)


BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian
Di dalam penelitian terbagi atas 4 bagian yaitu penelitian menurut tujuannya, penelitian menurut metodenya, penelitian menurut data yang dikumpulkan,  penelitian berdasarkan tempat pelaksanaanya.

3.1.1 Penelitian menurut tujuannya
Penelitian menurut tujuannya, peneliti menggunakan penelitian dasar. Dalam penelitian ini memiliki tujuan untuk memecahkan suatu persoalan di dalam kehidupan sehari – hari. Peneliti disini mencoba memecahkan apakah benar terjadi perbandingan minat belajar siswa yang keharmonisan keluarganya buruk dengan keharmonisan keluarganya baik.

3.1.2 Peneltian menurut metodenya
Penelitian menurut metodenya, penelitian menggunakan metode penelitian survei dengan tujuan memperoleh informasi yang sama atau sejenisnya dari berbagai kelompok atau orang dengan cara pembagian angket. Peneliti di sini melakukan kegiatan penyebaran angket ke 10 anak kelas X, 9 anak kelasXI dan 11 anak kelas XII.

3.1.3 Penelitian menurut data yang dikumpulkan
Penelitian menurut data yang dikumpulkan peneliti menggunakan penelitian kuantitatif, penelitian ini adalah penelitian yang menekankan jumlah data yang dikumpulkan. Peneliti disini melakukan pembagian angket dengan melakukan perhitungan pada data yang di dapat lalu dibuat presentasenya.

3.1.4 Penelitiaan menurut tempat pelaksanaanya
Menurut tempat pelaksaannya peneliti melakukan penelitian lapangan yang dilakukan dalam kehidupan sebenarnya. Peneliti membagikan angket ke 10 anak kelas X, 9 anak kelasXI dan 11 anak kelas XII dengan tujuan untuk memperoleh data yang sebenarnya yang terjadi dalam kehidupan responden.

3.2 Lokasi dan Waktu Peneletian
Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Kristen Kanaan, Jakarta Pusat. Waktu penelitian dilaksanakan tanggal 12 April 2016.

3.3 Populasi Dan Sampel Penelitian
Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian sedangkan sampel adalah wakil dari satu populasi yang jumlah cukup besar (Putra, 2013:25).
 Populasi penelitian dalam karya Tulis ini adalah seluruh siswa SMA Kristen Kanaan, sampel penelitian disini adalah 10 anak kelas X, 9 anak kelasXI dan 11 anak kelas XII.

3.4 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah dengan pembagian angket tertutup. Bertujuan untuk melihat bagaimana kondisi keluarga seorang anak.

3.5 Analasis Data
Bertujuan untuk melihat bagaimana kondisi keluarga suatu anak. Dengan cara menganalisis angket tertutup yang sudah dibagikan dan dijawab oleh responden.

BAB IV
PEMBAHASAN

Total ada 30 responden dan 12 Pertanyaan, dari pertanyaan-pertanyaan tersebut diperoleh hasil sebagai berikut.
Pertanyaan:
1. Apakah anda merasa nyaman tinggal di rumah?
97% menjawab iya (A)
3% menjawab tidak (B)
2. Jika iya
48% menjawab rumah yang harmonis dan penuh kasih (A)
17% menjawab banyak game dan berbagai jenis permainan lainnya (B)
17% menjawab daripada panas-panasan diluar lebih baik dirumah (C)
18% menjawab dan lain-lain (D)

3. jika tidak
 3% orang yang menjawab tidak, menjawab mendingan di luar rumah dan didapatkan hasil jawaban
100% orang yang menjawab mendingan di luar rumah. (C)

Seperti yang tampak dalam diagram lingkaran di atas, dari 30 responden, pertanyaan pertama "apakah anda merasa nyaman tinggal di rumah?" sebanyak 97 % menjawab iya. Artinya siswa-siswi SMA Kanaan dapat dikatakan nyaman tinggal di rumah. Namun ketika pertanyaan alasan mereka tinggal dirumah jawabannya bervariasi namun didominasi oleh keluarga yang harmonis sedangkan 17% responden mengatakan betah tinggal dirumah karena ada game dan permainan lainnya dan 17% yang lain mengatakan lebih nyaman dirumah bukan karena keharmonisan atau fasilitas melainkan keadaan diluar rumah tidak membuat mereka nyaman seperti panas dan macet.18% menjawab lain-lain (karena tidak diberikan uang jajan untuk keluar rumah ).
3% responden lainnya menjawab tidak dengan jawaban lebih mending di luar rumah dengan alasan di rumah jenuh karena tidak ada teman dan orang untuk diajak bicara.

4. Apakah anda sering bercakap-cakap dengan orang tuamu?
87% menjawab iya (A)
13% menjawab tidak (B)

5. Jika iya
38% menjawab merasa asyik berbicara dengan orang tua (A)
29% menjawab hanya berbicara kepada orang tua jika butuh sesuatu (B)
31% menjawab merasa nyaman berbicara dengan orang tua (C)
12% menjawab dan lain-lain (D).

6. Jika tidak
25% menjawab daripada menyebabkan pertengkaran lebih baik diam (B)
75% menjawab dan lain-lain (D)

Seperti yang tampak dalam diagram lingkaran di atas, dari 30 responden, pertanyaan ke empat "apakah anda sering bercakap-cakap dengan orang tuamu?" sebanyak 87% menjawab iya dengan alasan yang berbeda-beda. Namun jawabannya di dominasi oleh merasa asyik berbicara dengan orang tua sebanyak 38%, jawaban terbanyak kedua adalah mereka merasa nyaman berbicara dengan orang tuanya sebanyak 31%, 29% lainnya menjawab hanya berbicara kepada orang tua jika butuh sesuatu, dan sisa 12% menjawab dan lain-lain(karena selalu ditanya oleh orang tua,karena orang tua perhatian).
 Sisa responden yang menjawab tidak. Didominasi oleh jawaban dan lain-lain (karena tidak tinggal bersama orang tua jadi jarang berbicara dengan orang tua) dan sisa 25%  lainnya menjawab daripada menyebabkan pertengkaran lebih baik diam.

7. Apakah anda sering bertengkar dengan orang tua?
27% menjawab iya (A)
73% menjawab tidak (B
8. Jika iya
38% menjawab penyebabnya tidak jelas (A)
12% menjawab anda berbuat salah (B)
38% menjawab orang tua tidak mengerti keadaan anda (C)
12% menjawab dan lain-lain (D)

9. jika tidak

14% menjawab anda jarang berbicara dengan orang tua (A)
64 % menjawab berusaha agar tidak terjadi keributan dirumah (C)
22% menjawab dan lain-lain (D)

Seperti yang tampak dalam diagram lingkaran di atas, dari 30 responden, pertanyaan ke tujuh "apakah anda sering bertengkar dengan orang tuamu?" sebanyak 27% menjawab iya dengan alasan yang berbeda-beda. Namun sebagian besar di dominasi oleh penyebabnya tidak jelas(orang tua marah tiba-tiba) dan orang tua tidak mengerti keadaan anda dengan masing-masing 38%, sisanya menjawab mereka berbuat salah dan menjawab dan lain-lain(masalah komunikasi) dengan masing-masing 12%.
Sisa responden yang menjawab tidak di dominasi oleh jawaban, berusaha agar tidak terjadi keributan dirumah, 14% menjawab jarang bertemu dengan orang tua dan sisanya menjawab dan lain-lain(tidak tinggal bersama orang tua jadi jarang bertengkar dan berbicara) sebanyak 12
10. Apakah sering melihat terjadi pertengkaran di antara orangtuamu
23% menjawab iya (A)
77% menjawab tidak (B)

11. jika iya
86% menjawab masalah komunikasi (A)
14% menjawab masalah ekonomi (B)

12. jika tidak apa penyebabnya?
43% menjawab komunikasi yang baik (A)
35% menjawab saling mengerti satu sama lain (B)
4% menjawab sering kegereja (C)
18% menjawab dan lain-lain (D)
Seperti yang tampak dalam diagram lingkaran di atas, dari 30 responden, pertanyaan ke sepuluh "apakah sering melihat pertengkaran terjadi diantara orang tuamu?" sebanyak 23% menjawab iya dengan alasan yang berbeda-beda. Namun sebagian besar di dominasi oleh masalah komunikasi sebanyak 86% dan masalah ekonomi sebanyak 14%.
Sisa responden yang menjawab tidak, di dominasi oleh komunikasi yang baik sebanyak 43%, menjawab saling mengerti satu sama lain sebanyak 35%, 4% menjawab sering ke gereja dan 18% menjawab dan lain-lain(selalu mengakui kesalahan masing-masing).

BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Hasil dari data diatas adalah sebagian besar siswa di Kanaan keluargnya harmonis dan ada beberapa yang kurang harmonis. wawancara dengan guru menemukan jawaban bahwa seluruh minat belajar siswa sekoah kanaan kadang ada dan kadang tidak ada tapi menurut mereka nilai pelajaran yang paling bagus bersal dari keluarga yang harmonis. Hal ini membuktikan bahwa keharmonisan keluarga berdampak besar terhadap minat belajar seorang siswa.
1.        Keharmonisan keluarga sangat berpengaruh terhadap minat belajar siswa di sekolah Kanaan.
2.        Pendidikan yang pertama dan utama adalah dari keluarga.
3.        Pendidikan seorang anak akan berhasil dengan baik apabila keluarga yang membentuknya juga harmonis.

5.2 Saran
1.        Seharusnya sekolah rutin melakukan pertemuan dengan orang tua siswa untuk melaporkan perkembangan anak di sekolah.
2.        Seharusnya orang tua memberikan waktu lebih untuk anak-anaknya.


0 Response to "CONTOH MAKALAH "

Tinggalkan Kesanmu di sini