MAKALAH
Karya Tulis ini Disusun
untuk Memenuhi Standar Kelulusan
Kelas XII SMAK KANAAN
Jakarta tahun akademik 2015-2016

Oleh
Alexander
Muliawan
JURUSAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
SEKOLAH MENENGAH ATAS KRISTEN KANAAN
JAKARTA
2015
LEMBAR
PERSETUJUAN
Karya tulis yang berjudul PENGARUH
KEHARMONISAN KELUARGA TERHADAP MINAT
BELAJAR SISWA SMAK KANAAN JAKARTA telah diperiksa dan disetujui oleh pembimbing
materi dan teknis pada:
Hari/tanggal :
Tempat :
Waktu :
Pembimbing Materi, Pembimbing
Teknis,
Dra. Suryani.
M.M. Martinus Ruma, S. Pd.
MENGETAHUI
Kepala
SMAK KANAAN Jakarta
Indri
Astuti, S. Pd.
KATA
PENGANTAR
Puji
syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat dan
rahmat-Nya sehingga penulis bisa menyelesaikan karya ilmiah yang berjudul,
“PENGARUH KEHARMONISAN KELUARGA TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA SMAK KANAAN
JAKARTA”. Ini tepat pada waktunya. Karya ilmiah ini disusun sebagai salah satu
standar kelulusan untuk kelas XII SMAK Kanaan Jakarta.
Proses
penyusunan karya ilmiah ini, Penulis telah berusaha semaksimal mungkin sesuai
dengan kemampuan penulis. Namun sebagai peneliti pemula, penulis tidak luput
dari kesalahan, baik dari segi teknik penulisan maupun tata bahasa. Oleh karena
itu, segala kritik dan saran dari pembaca sekalian sangat diharapkan untuk penyempurnaan
makalah yang sederhana ini.
Dalam penyelesaian karya
tulis ilmiah ini, Penulis banyak mendapat bimbingan dan pengarahan dari
berbagai pihak. Untuk itu Penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih dan
penghargaan setinggi-tingginya kepada:
1.
Dra.Suryani.M.M, sebagai pembimbing materi yang
telah meluangkan waktunya untuk membimbing penulis.
2.
Martinus Ruma,S.Pd sebagai pembimbing teknis
yang telah menyediakan waktunya, di tengah kesibukanya mengajar untuk
membimbing dan mengajarkan teknis penulisan makalah.
3.
Siswa siswi Kanaan.
Semoga karya tulis ini dapat bermanfaat
bagi para pembaca. Penulis mengharapkan saran serta kritik dari berbagai pihak
yang bersifat membangun.
Jakarta, 18 April 2016
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Sekolah tentulah sangat penting untuk
kehidupan seorang anak. Melalui sekolah mereka bisa menuntut ilmu hingga
menjadi orang yang berguna dan sukses suatu saat. Maka para siswa belajar
dengan giat pada saat di sekolah agar mereka bisa mendapatkan prestasi yang
baik. Tetapi masih banyak siswa yang prestasinya kurang maksimal pada saat
berada di sekolah. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor, tetapi faktor yang
paling utama ada di keluarga. Mengapa keluarga? Karena keluarga adalah tempat
pembelajaran seorang siswa yang paling awal.
Banyak sekali faktor yang dapat berdampak
kepada prestasi siswa di sekolah yang disebabkan oleh masalah yang ada di
keluarga. Misalnya orang tua yang selalu bertengkar, hal itu adalah satu dari
banyak masalah keharmonisan suatu
keluarga yang bisa membebani pikiran siswa.
Asumsi penulis masalah-masalah tersebut
menjadi penyebab kurang fokusnya para siswa di sekolah. Di sekolah yang
seharusnya para siswa bisa belajar dengan maksimal, tetapi malah terganggu oleh
pikiran-pikiran yang terjadi di keluarga mereka. Hal tersebut merupakan dasar
penulisan bagi Penulis untuk meneliti masalah Keharmonisan keluarga yang
berdampak pada prestasi siswa SMAK Kanaan dengan judul: PENGARUH KEHARMONISAN
KELUARGA TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA SMAK KANAAN JAKARTA .
1.2. Identifikasi
Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah
dibahas, penulis mengindentifikasi masalah- masalah yang ada dalam penelitian
ini sebagai berikut.
1.
Apa yang menjadi penyebab masalah keharmonisan
di keluarga?.
2.
Keharmonisan di keluarga bisa menjadi penentu
prestasi seorang siswa di sekolah?.
1.3. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian di atas, dapat
disimpulkan rumusan masalah sebagai berikut.
1.
Apa yang dimaksud dengan keluarga harmonis?
2.
Apakah keharmonisan keluarga memengaruhi
prestasi seorang siswa?
3.
Bagaimana perbedaan prestasi siswa yang
keluarganya harmonis dan kurang harmonis?
1.4. Tujuan
Penelitian
1.
Mengetahui berapa presentase siswa yang
keluarganya kurang harmonis.
2.
Untuk mengetahui apakah keharmonisan keluarga
mempengaruhi prestasi belajar siswa.
3.
Untuk mengetahui perbedaan prestasi siswa yang
keluarganya harmonis dan kurang harmonis.
1.5. Manfaat
Penelitian
1.
Menjadi solusi alternatif bagi sekolah dalam
dalam membangun komunikasi yang lebih baik lagi dengan orang tua siswa dalam
mendidik siswa-siswi di SMAK Kanaan Jakarta.
2.
Menjadi contoh refrensi makalah bagi adik-adik
kelas nanti.
3.
Melatih penulis sebagai peneliti pemula untuk
berpikir kritis dan analisis sehingga kelak di perguruan tinggi sudah terbiasa
dengan penulisan karya ilmiah.
1.6. Hipotesis
Keharmonisan keluarga dapat memengaruhi
prestasi belajar seorang siswa. Maka kemungkinan siswa yang keharmonisan
keluarganya kurang baik, prestasi belajarnya akan lebih buruk dari siswa yang
memiliki keluarga yang harmonis
BAB II
LANDASAN
TEORI
2.1. Definisi Keharmonisan Keluarga
Mampu membicarakan perbedaan tersebut
serta memahami pandangan pasangannya. mampu menerima kenyataan bahwa pasangan
anda tumbuh dengan latar belakang yang berbeda. (wright, 2008 : 44).
Keharmonisan
adalah kedaan selaras atau serasi, keharmonisan bertujuan untuk
mencapai keselarasan dan keserasian, dalam kehidupan rumah tangga perlu menjaga
kedua hal tersebut untuk mencapai keharmonisan rumah tangga. Hal ini sesuai
dengan pandangan wright, seorang pakar komunikasi keluarga bahwa, “janganlah
menuntut ketaatan, janganlah memerintah pasangan anda untuk menghormati
otoritas anda”. (wright, 2008:44)
Keluarga
harmonis merupakan keluarga yang penuh dengan ketenangan, ketentraman, kasih
sayang, keturunan dan kelangsungan generasi masyarakat, belas-kasih dan
pengorbanan, saling melengkapi dan menyempurnakan, serta saling membantu dan
bekerja sama. (Qaimi, 2002:14).
Suami istri
bahagia menurut Hurlock adalah suami istri yang memperoleh kebahagiaan bersama
dan membuahkan keputusan yang diperoleh dari peran yang mereka mainkan bersama,
mempunyai cinta yang matang dan mantap satu sama lainnya, dan dapat melakukan
penyesuaian seksual dengan baik, serta dapat menerima peran sebagai orang tua. (Hurlock,
1999: 299).
2.2 Psikologi Remaja
Masa remaja adalah peralihan dari masa anak dengan masa dewasa
yang mengalami perkembangan semua aspek fungsi untuk memasuki masa dewasa. (Rumini & Siti Sundari (2004: 53).
Perkembangan emosi remaja awal menunjukkan sifat sensitif,
reaktif yang kuat, emosinya bersifat negatif dan temperamental (mudah
tersinggung, marah, sedih, dan murung). Sedangkan remaja akhir sudah mulai
mampu mengendalikannya.
Remaja
yang berkembang di lingkungan yang kurang kondusif, kematangan emosionalnya
terhambat. Sehingga sering mengalami akibat negatif berupa tingkah laku,
misalnya :
1.
Agresif :
melawan, keras kepala, berkelahi, suka menggangu dan lain-lainnya
2.
Lari dari
kenyataan (regresif) : suka melamun,
pendiam, senang menyendiri, mengkonsumsi obat penenang, minuman keras, atau
obat terlarang
Sedangkan
remaja yang tinggal di lingkungan yang kondusif dan harmonis dapat membantu
kematangan emosi remaja menjadi :
1.
Adekuasi
(ketepatan) emosi : cinta, kasih sayang, simpati, suka menolong, sikap hormat
dan menghormati orang lain, ramah.
2.
Mengendalikan emosi : tidak mudah tersinggung,
tidak agresif, wajar, tidak meledak-ledak, menghadapi kegagalan secara sehat
dan bijak (Sarwono 2010:24)
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Di dalam penelitian terbagi atas 4 bagian
yaitu penelitian menurut tujuannya, penelitian menurut metodenya, penelitian
menurut data yang dikumpulkan,
penelitian berdasarkan tempat pelaksanaanya.
3.1.1 Penelitian
menurut tujuannya
Penelitian menurut
tujuannya, peneliti menggunakan penelitian dasar. Dalam penelitian ini memiliki
tujuan untuk memecahkan suatu persoalan di dalam kehidupan sehari – hari.
Peneliti disini mencoba memecahkan apakah benar terjadi perbandingan minat belajar
siswa yang keharmonisan keluarganya buruk dengan keharmonisan keluarganya baik.
3.1.2 Peneltian
menurut metodenya
Penelitian menurut
metodenya, penelitian menggunakan metode penelitian survei dengan tujuan
memperoleh informasi yang sama atau sejenisnya dari berbagai kelompok atau
orang dengan cara pembagian angket. Peneliti di sini melakukan kegiatan
penyebaran angket ke 10 anak kelas X, 9 anak kelasXI dan 11 anak kelas XII.
3.1.3 Penelitian
menurut data yang dikumpulkan
Penelitian
menurut data yang dikumpulkan peneliti menggunakan penelitian kuantitatif,
penelitian ini adalah penelitian yang menekankan jumlah data yang dikumpulkan.
Peneliti disini melakukan pembagian angket dengan melakukan perhitungan pada
data yang di dapat lalu dibuat presentasenya.
3.1.4 Penelitiaan
menurut tempat pelaksanaanya
Menurut
tempat pelaksaannya peneliti melakukan penelitian lapangan yang dilakukan dalam
kehidupan sebenarnya. Peneliti membagikan angket ke 10 anak kelas X, 9 anak
kelasXI dan 11 anak kelas XII dengan tujuan untuk memperoleh data yang
sebenarnya yang terjadi dalam kehidupan responden.
3.2 Lokasi dan Waktu
Peneletian
Penelitian
ini dilaksanakan di Sekolah Kristen Kanaan, Jakarta Pusat. Waktu penelitian
dilaksanakan tanggal 12 April 2016.
3.3 Populasi Dan Sampel
Penelitian
Populasi adalah
keseluruhan subjek penelitian sedangkan sampel adalah wakil dari satu populasi
yang jumlah cukup besar (Putra, 2013:25).
Populasi penelitian dalam karya Tulis ini
adalah seluruh siswa SMA Kristen Kanaan, sampel penelitian disini adalah 10
anak kelas X, 9 anak kelasXI dan 11 anak kelas XII.
3.4 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh
peneliti dalam penelitian ini adalah dengan pembagian angket tertutup.
Bertujuan untuk melihat bagaimana kondisi keluarga seorang anak.
3.5 Analasis Data
Bertujuan untuk melihat bagaimana kondisi
keluarga suatu anak. Dengan cara menganalisis angket tertutup yang sudah
dibagikan dan dijawab oleh responden.
BAB IV
PEMBAHASAN
Total ada
30 responden dan 12 Pertanyaan, dari pertanyaan-pertanyaan tersebut diperoleh hasil
sebagai berikut.
Pertanyaan:
1. Apakah anda merasa nyaman tinggal di rumah?
97% menjawab iya (A)
3% menjawab tidak (B)
2. Jika
iya

48% menjawab rumah yang harmonis dan penuh kasih (A)
17% menjawab banyak game dan berbagai jenis permainan lainnya
(B)
17% menjawab daripada panas-panasan diluar lebih baik dirumah
(C)
18% menjawab dan lain-lain (D)
3. jika
tidak

3% orang yang menjawab
tidak, menjawab mendingan di luar rumah dan didapatkan hasil jawaban
100% orang yang menjawab mendingan di luar rumah. (C)
Seperti yang tampak dalam diagram
lingkaran di atas, dari 30 responden, pertanyaan pertama "apakah anda
merasa nyaman tinggal di rumah?" sebanyak 97 % menjawab iya. Artinya
siswa-siswi SMA Kanaan dapat dikatakan nyaman tinggal di rumah. Namun ketika
pertanyaan alasan mereka tinggal dirumah jawabannya bervariasi namun didominasi
oleh keluarga yang harmonis sedangkan 17% responden mengatakan betah tinggal
dirumah karena ada game dan permainan lainnya dan 17% yang lain mengatakan
lebih nyaman dirumah bukan karena keharmonisan atau fasilitas melainkan keadaan
diluar rumah tidak membuat mereka nyaman seperti panas dan macet.18% menjawab
lain-lain (karena tidak diberikan uang jajan untuk keluar rumah ).
3% responden lainnya menjawab tidak dengan
jawaban lebih mending di luar rumah dengan alasan di rumah jenuh karena tidak
ada teman dan orang untuk diajak bicara.
4.
Apakah anda sering bercakap-cakap dengan orang tuamu?

87% menjawab iya (A)
13% menjawab tidak (B)
5.
Jika iya

38% menjawab merasa asyik berbicara dengan orang tua (A)
29% menjawab hanya berbicara kepada orang tua jika butuh
sesuatu (B)
31% menjawab merasa nyaman berbicara dengan orang tua (C)
12% menjawab dan lain-lain (D).
6. Jika
tidak

25% menjawab daripada menyebabkan pertengkaran lebih baik
diam (B)
75% menjawab dan lain-lain (D)
Seperti yang tampak dalam diagram
lingkaran di atas, dari 30 responden, pertanyaan ke empat "apakah anda
sering bercakap-cakap dengan orang tuamu?" sebanyak 87% menjawab iya
dengan alasan yang berbeda-beda. Namun jawabannya di dominasi oleh merasa asyik
berbicara dengan orang tua sebanyak 38%, jawaban terbanyak kedua adalah mereka
merasa nyaman berbicara dengan orang tuanya sebanyak 31%, 29% lainnya menjawab
hanya berbicara kepada orang tua jika butuh sesuatu, dan sisa 12% menjawab dan
lain-lain(karena selalu ditanya oleh orang tua,karena orang tua perhatian).
Sisa responden yang menjawab tidak. Didominasi
oleh jawaban dan lain-lain (karena tidak tinggal bersama orang tua jadi jarang
berbicara dengan orang tua) dan sisa 25% lainnya menjawab daripada menyebabkan
pertengkaran lebih baik diam.
7. Apakah
anda sering bertengkar dengan orang tua?

27% menjawab iya (A)
73% menjawab tidak (B
8. Jika
iya

38% menjawab penyebabnya tidak jelas (A)
12% menjawab anda berbuat salah (B)
38% menjawab orang tua tidak mengerti keadaan anda (C)
12% menjawab dan lain-lain (D)
9. jika
tidak

14% menjawab anda jarang berbicara dengan orang tua (A)
64 % menjawab berusaha agar tidak terjadi keributan dirumah
(C)
22% menjawab dan lain-lain (D)
Seperti yang tampak dalam diagram
lingkaran di atas, dari 30 responden, pertanyaan ke tujuh "apakah anda
sering bertengkar dengan orang tuamu?" sebanyak 27% menjawab iya dengan
alasan yang berbeda-beda. Namun sebagian besar di dominasi oleh penyebabnya
tidak jelas(orang tua marah tiba-tiba) dan orang tua tidak mengerti keadaan
anda dengan masing-masing 38%, sisanya menjawab mereka berbuat salah dan
menjawab dan lain-lain(masalah komunikasi) dengan masing-masing 12%.
Sisa responden yang menjawab tidak di
dominasi oleh jawaban, berusaha agar tidak terjadi keributan dirumah, 14%
menjawab jarang bertemu dengan orang tua dan sisanya menjawab dan
lain-lain(tidak tinggal bersama orang tua jadi jarang bertengkar dan berbicara)
sebanyak 12
10. Apakah sering melihat terjadi
pertengkaran di antara orangtuamu

23% menjawab iya (A)
77% menjawab tidak (B)
11. jika iya

86% menjawab masalah komunikasi (A)
14% menjawab masalah ekonomi (B)
12. jika tidak apa penyebabnya?

43% menjawab komunikasi yang baik (A)
35% menjawab saling mengerti satu sama lain (B)
4% menjawab sering kegereja (C)
18% menjawab dan lain-lain (D)
Seperti yang tampak dalam diagram
lingkaran di atas, dari 30 responden, pertanyaan ke sepuluh "apakah sering
melihat pertengkaran terjadi diantara orang tuamu?" sebanyak 23% menjawab
iya dengan alasan yang berbeda-beda. Namun sebagian besar di dominasi oleh
masalah komunikasi sebanyak 86% dan masalah ekonomi sebanyak 14%.
Sisa responden yang menjawab tidak, di
dominasi oleh komunikasi yang baik sebanyak 43%, menjawab saling mengerti satu
sama lain sebanyak 35%, 4% menjawab sering ke gereja dan 18% menjawab dan
lain-lain(selalu mengakui kesalahan masing-masing).
BAB V
PENUTUP
5.1
Kesimpulan
Hasil dari data diatas adalah sebagian besar siswa di
Kanaan keluargnya harmonis dan ada beberapa yang kurang harmonis. wawancara
dengan guru menemukan jawaban bahwa seluruh minat belajar siswa sekoah kanaan
kadang ada dan kadang tidak ada tapi menurut mereka nilai pelajaran yang paling
bagus bersal dari keluarga yang harmonis. Hal ini membuktikan bahwa
keharmonisan keluarga berdampak besar terhadap minat belajar seorang siswa.
1.
Keharmonisan
keluarga sangat berpengaruh terhadap minat belajar siswa di sekolah Kanaan.
2.
Pendidikan yang
pertama dan utama adalah dari keluarga.
3.
Pendidikan
seorang anak akan berhasil dengan baik apabila keluarga yang membentuknya juga
harmonis.
5.2
Saran
1.
Seharusnya
sekolah rutin melakukan pertemuan dengan orang tua siswa untuk melaporkan
perkembangan anak di sekolah.
2.
Seharusnya orang
tua memberikan waktu lebih untuk anak-anaknya.

0 Response to "CONTOH MAKALAH "
Tinggalkan Kesanmu di sini