LINGKUNGAN kelas adalah segala sesuatu
yang berhubungan dengan tempat proses pembelajaran dilaksanakan. Lingkungan
kelas mempengaruhi kemampuan siswa untuk fokus dan menyerap informasi atau
materi yang disampaikan oleh guru. Bila suasana dan kondisi kelas berantakan,
kumuh, kotor, dan tidak menarik bagi para siswa, maka mereka akan menganggap
bahwa belajar itu tidak nyaman, melelahkan, dan kuno. Sebaliknya, bila
lingkungan ditata dengan baik, bersih, sehat, dan nyaman, maka akan menambah
tingkat konsentrasi dan semangat belajar siswa di dalam kelas.
Kondisi kelas dambaan setiap siswa adalah kondisi kelas yang bersih, nyaman, rapi, sehat, dan menarik. Dilengkapi oleh fasilitas-fasilitas sekolah yang bagus dan kelas dihiasi oleh karya-karya siswa, seperti mading, poster, dan lainnya akan meningkatkan produktivitas siswa di kelas. Tak lupa juga, disetiap kelas pasti ditempeli slogan-slogan yang isinya mengajak kita untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah, terutama lingkungan kelas.
Banyak slogan yang mengajak kita untuk menjaga kebersihan, tapi apa kenyataannya? Siswa masih membuang sampah sembarangan. Masih banyak dijumpai kertas-kertas yang disobek atau digulung tergeletak di lantai, tissue-tissue yang berada di bawah meja dan kursi, botol-botol plastik yang berserakan dimana-mana, dan yang lebih parahnya lagi kalau siswa meninggalkan bungkus atau sisa makanan mereka didalam laci, sampah yang menumpuk di tempat sampah beserta air yang tergenang, tentunya hal itu akan menimbulkan sarang penyakit jika siswa tidak menjalankan tugas piket yang sebagaimana wajib dijalankan sesudah kelas berakhir. Menyedihkan, bukan?;
Yang menjadi permasalahannya sekarang adalah kurangnya kesadaran siswa akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan kelas dan sikap atau perilaku siswa di kelas. Menjaga kebersihan lingkungan kelas itu tentu sangatlah penting demi kenyamanan dan kelancaran proses belajar mengajar didalam kelas. Kondisi kelas yang rapi dan bersih merupakan cerminan sikap dan perilaku siswa didalam kelas yang baik. Jika kondisi kelas sangat kotor dan berantakan adalah sebaliknya.
Setiap masalah pasti mempunyai solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Caranya adalah siswa dapat melakukan dimulai dari hal yang sederhana, yaitu saling mengingatkan satu sama lain akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan kelas. Bila melihat teman membuang sampah sembarangan ke lantai, siswa dapat mengambil tindakan yaitu menegurnya dan memintanya untuk membuang sampah itu pada tempatnya. Perlahan-lahan siswa akan mulai terbiasa dengan tindakan seperti ini. Langkah kedua adalah dengan rajin melaksanakan piket sesuai dengan jadwal yang sudah dibuat. Tanpa kita sadari, sebenarnya piket itu sangat penting untuk dilaksanakan. Karna di tempat itulah terjadinya proses pembelajaran. Bila lingkungan yang kurang mendukung, tentu akan menghambat proses pembelajaran. Pekerjaan akan terasa ringan jika dilakukan bersama-sama. Sama halnya dengan piket. Siswa dapat membagi tugas masing-masing dengan teman sebayanya. Dengan begitu tugas akan terasa ringan bila dikerjakan. Langkah ketiga adalah siswa dapat menciptakan lingkungan hijau di sekitar kelas. Sejumlah sekolah di beberapa negara sudah mengintegrasikan pengetahuan dasar tentang pertanian didalam kurikulum, bahkan rancang bangunan sekolah itu sendiri. Jadi, sebagian besar siswa tahu cara untuk menghijaukan lingkungan sekitarnya. Adanya penghijauan akan membuat lingkungan kelas terasa segar dan asri.
Dengan adanya lingkungan kelas yang bersih, sehat, dan nyaman, tentu akan membuat siswa dapat belajar dengan tenang dan nyaman. Proses belajar mengajar yang terjadi juga tidak akan terganggu. Jadi, dapat diketahui, menjaga kebersihan itu sangatlah penting karena salah satu keberhasilan siswa mencapai prestasi mereka adalah kebersihan dan kenyaman lingkungan kelas itu sendiri. (Stephani, kelas X IIS 2. Tugas Bahasa Indonesia)
Kondisi kelas dambaan setiap siswa adalah kondisi kelas yang bersih, nyaman, rapi, sehat, dan menarik. Dilengkapi oleh fasilitas-fasilitas sekolah yang bagus dan kelas dihiasi oleh karya-karya siswa, seperti mading, poster, dan lainnya akan meningkatkan produktivitas siswa di kelas. Tak lupa juga, disetiap kelas pasti ditempeli slogan-slogan yang isinya mengajak kita untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah, terutama lingkungan kelas.
Banyak slogan yang mengajak kita untuk menjaga kebersihan, tapi apa kenyataannya? Siswa masih membuang sampah sembarangan. Masih banyak dijumpai kertas-kertas yang disobek atau digulung tergeletak di lantai, tissue-tissue yang berada di bawah meja dan kursi, botol-botol plastik yang berserakan dimana-mana, dan yang lebih parahnya lagi kalau siswa meninggalkan bungkus atau sisa makanan mereka didalam laci, sampah yang menumpuk di tempat sampah beserta air yang tergenang, tentunya hal itu akan menimbulkan sarang penyakit jika siswa tidak menjalankan tugas piket yang sebagaimana wajib dijalankan sesudah kelas berakhir. Menyedihkan, bukan?;
Yang menjadi permasalahannya sekarang adalah kurangnya kesadaran siswa akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan kelas dan sikap atau perilaku siswa di kelas. Menjaga kebersihan lingkungan kelas itu tentu sangatlah penting demi kenyamanan dan kelancaran proses belajar mengajar didalam kelas. Kondisi kelas yang rapi dan bersih merupakan cerminan sikap dan perilaku siswa didalam kelas yang baik. Jika kondisi kelas sangat kotor dan berantakan adalah sebaliknya.
Setiap masalah pasti mempunyai solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Caranya adalah siswa dapat melakukan dimulai dari hal yang sederhana, yaitu saling mengingatkan satu sama lain akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan kelas. Bila melihat teman membuang sampah sembarangan ke lantai, siswa dapat mengambil tindakan yaitu menegurnya dan memintanya untuk membuang sampah itu pada tempatnya. Perlahan-lahan siswa akan mulai terbiasa dengan tindakan seperti ini. Langkah kedua adalah dengan rajin melaksanakan piket sesuai dengan jadwal yang sudah dibuat. Tanpa kita sadari, sebenarnya piket itu sangat penting untuk dilaksanakan. Karna di tempat itulah terjadinya proses pembelajaran. Bila lingkungan yang kurang mendukung, tentu akan menghambat proses pembelajaran. Pekerjaan akan terasa ringan jika dilakukan bersama-sama. Sama halnya dengan piket. Siswa dapat membagi tugas masing-masing dengan teman sebayanya. Dengan begitu tugas akan terasa ringan bila dikerjakan. Langkah ketiga adalah siswa dapat menciptakan lingkungan hijau di sekitar kelas. Sejumlah sekolah di beberapa negara sudah mengintegrasikan pengetahuan dasar tentang pertanian didalam kurikulum, bahkan rancang bangunan sekolah itu sendiri. Jadi, sebagian besar siswa tahu cara untuk menghijaukan lingkungan sekitarnya. Adanya penghijauan akan membuat lingkungan kelas terasa segar dan asri.
Dengan adanya lingkungan kelas yang bersih, sehat, dan nyaman, tentu akan membuat siswa dapat belajar dengan tenang dan nyaman. Proses belajar mengajar yang terjadi juga tidak akan terganggu. Jadi, dapat diketahui, menjaga kebersihan itu sangatlah penting karena salah satu keberhasilan siswa mencapai prestasi mereka adalah kebersihan dan kenyaman lingkungan kelas itu sendiri. (Stephani, kelas X IIS 2. Tugas Bahasa Indonesia)

0 Response to "Ciptakan Lingkungan Bersih dan Nyaman"
Tinggalkan Kesanmu di sini