Guru vs Orangtua Murid, Salah Siapa?

Posted by Kuncup Kaka on Kamis, 15 September 2016

gambar ilustrasi
Beberapa waktu terakhir, banyak pemberitaan tentang hubungan antara guru dan orangtua serta murid. Sayangnya, hubungan yang diberitakan tersebut bukanlah hubungan yang harmonis. Tindakan guru untuk mendisiplinkan murid tidak diterima dengan senang hati oleh murid itu sendiri dan orangtuanya.
Sejatinya, guru adalah orangtua di sekolah. Maka, seharusnya murid menghormati guru sama seperti menghormati orangtuanya sendiri. Hal ini karena yang dilakukan guru bertujuan untuk mengarahkan murid ke arah yang lebih baik.
Bapak Kornedi, misalnya. Dilansir wowkeren.com, guru olahraga SDN Kurun 4, Kalimantan Tengah, ini dianiaya oleh wali murid. Dia pun mengalami luka di bagian kepala. Sebelumnya, Bapak Kornedi memanggil dan memberikan arahan kepada beberapa murid yang datang terlambat. Seorang wali murid tiba-tiba datang, mendorong dan berusaha memukul Bapak Kornedi.
Lain lagi dengan Bapak Dasrul, guru SMKN 2 Makassar. Dilansir Brilio.net, Bapak Dasrul memang menampar muridnya yang tidak membawa tugas dan menganggu suasana kelas saat dihukum duduk di kursi belakang. Sang murid kemudian mengadu kepada ayahnya. Mereka berdua pun menganiaya Bapak Dasrul hingga hidungnya berdarah.
Lantas, dari dua kejadian di atas, siapakah yang salah dan siapakah yang benar? Apakah Bapak Kornedi benar? Apakah Bapak Dasrul yang menampar muridnya bersalah? Apakah orangtua dan murid yang menganiaya Bapak Dasrul benar?

Mungkin ada baiknya jika guru, murid, dan orangtua bercermin dan kembali melakukan fungsinya dengan baik. Sebagai murid tentu wajib datang tepat waktu dan mengerjakan tugas yang diberikan guru. Dengan demikian tentu guru tidak akan menegur bahkan sampai ‘main tangan’ sehingga orangtua pun tidak perlu ikut-ikutan ‘main tangan’. (Meihara, kelas X IIS 2/tugas bahasa Indonesia)

0 Response to "Guru vs Orangtua Murid, Salah Siapa? "

Tinggalkan Kesanmu di sini