![]() |
| gambar ilustrasi |
Sejatinya, guru adalah orangtua di sekolah. Maka,
seharusnya murid menghormati guru sama seperti menghormati orangtuanya sendiri.
Hal ini karena yang dilakukan guru bertujuan untuk mengarahkan murid ke arah
yang lebih baik.
Bapak Kornedi, misalnya. Dilansir wowkeren.com, guru
olahraga SDN Kurun 4, Kalimantan Tengah, ini dianiaya oleh wali murid. Dia pun
mengalami luka di bagian kepala. Sebelumnya, Bapak Kornedi memanggil dan
memberikan arahan kepada beberapa murid yang datang terlambat. Seorang wali
murid tiba-tiba datang, mendorong dan berusaha memukul Bapak Kornedi.
Lain lagi dengan Bapak Dasrul, guru SMKN 2 Makassar.
Dilansir Brilio.net, Bapak Dasrul memang menampar muridnya yang tidak membawa
tugas dan menganggu suasana kelas saat dihukum duduk di kursi belakang. Sang
murid kemudian mengadu kepada ayahnya. Mereka berdua pun menganiaya Bapak
Dasrul hingga hidungnya berdarah.
Lantas, dari dua kejadian di atas, siapakah yang salah dan
siapakah yang benar? Apakah Bapak Kornedi benar? Apakah Bapak Dasrul yang
menampar muridnya bersalah? Apakah orangtua dan murid yang menganiaya Bapak
Dasrul benar?
Mungkin ada baiknya jika guru, murid, dan orangtua
bercermin dan kembali melakukan fungsinya dengan baik. Sebagai murid tentu wajib
datang tepat waktu dan mengerjakan tugas yang diberikan guru. Dengan demikian
tentu guru tidak akan menegur bahkan sampai ‘main tangan’ sehingga orangtua pun
tidak perlu ikut-ikutan ‘main tangan’. (Meihara, kelas X
IIS 2/tugas bahasa Indonesia)

0 Response to "Guru vs Orangtua Murid, Salah Siapa? "
Tinggalkan Kesanmu di sini