![]() |
| Kepala Taman Kanak-kanak
Kristen Kanaan Jakarta, Lucia, M. Achti, S. Ap, bersama pasukan oranye |
Petugas Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) atau yang
dikenal dengan sebutan ‘pasukan oranye’ ada untuk tujuan mulia.
Mereka ditempah oleh Pemda DKI Jakarta untuk selalu siap menghadapi
problematika Ibu kota. Banjir dan sampah adalah dua hal yang harus diselesaikan
dengan segera oleh pasukan khusus ini. Berjibaku melawan kotor dan cuaca adalah
hal biasa bagi mereka. Semua itu demi kelancaran sistem drainase di ibu kota
Jakarta. Mereka tidak mengenal kata lelah dalam bekerja. Bergerak cepat agar
Jakarta terbebas dari masalah banjir, sampah, dan pohon tumbang. Kehadiran
mereka sungguh berharga. Bersih dan nyaman sudah terbukti di bawah kendali
gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama.
Sekitar pukul 05.00 WIB mereka telah hadir di
jalan-jalan protokoler dan seantero ibu kota. Loyalitas dan dedikasi mereka
cukup terbukti saat banjir melanda ibu kota. Memang mereka dibayar dengan cukup
mahal oleh pemda DKI Jakarta. Tetapi loyalitas cukup teruji, dan warga
Jakartalah yang menikmati karya besar Petugas
Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) tersebut.
Jumat, 3 Maret 2017 pasukan oranye
dari Kelurahan Gunung Sahari Selatan hadir di Taman Kanak-kanak Sekolah Kristen
Kanaan Jakarta. Mereka hadir bukan untuk membersihkan sampah; melainkan
diundang secara khusus oleh kepala Sekolah TK Kristen Kanaan Jakarta, Lucia, M.
Achti, S. Ap; untuk memberikan sosialisasi tentang penanganan sampah agar tidak
terjadi banjir dan bau busuk yang dapat mengganggu lingkungan sekitar. Layaknya
seorang guru profesional para petugas kebersihan ini dengan sabar menjelaskan
hal ikwal mengenai sampah kepada anak-anak TK. Saat harus memperagakan masalah
pembuangan sampah pada tempatnya dan penangan banjir cukup aktraktif dan
menghibur para siswa.
Menurut Kepala Taman Kanak-kanak Kristen Kanaan Jakarta, Lucia, M.
Achti, S. Ap, pasukan oranye diundang dengan tujuan utama untuk memperkenalkan
berbagai profesi kepada siswa-siswi TK Kristen Kanaan Jakarta. Diharapkan
melalui kehadiran pasukan oranye tersebut timbul penghargaan kepada profesi
tertentu bagi anak didiknya saat mereka dewasa nanti. Selain itu, melalui aksi
yang diperagakan oleh pasukan oranye diharapkan anak-anak membiasakan diri
untuk membuang sampah pada tempatnya. Hal ini penting untuk menghindari banjir
dan menjaga lingkungan sekitar agar tetap bersih, jelas Lucia lebih lanjut.
Semantara itu secara terpisah, Petugas Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) ini mengapresiasi kegiatan dan sekaligus undangan
dari TK Kristen Kanaan Jakarta kepada mereka. “Kami selama ini, tidak menyangka
bahwa kami yang setiap hari menyapu di jalan, membersihkan got-got yang kotor
bisa berdiri di sini dan mengajar seperti seorang guru” kata salah seorang
petugas, di aula TK Kristen Kanaan, Jalan Kran raya no 7 Kemayoran Jakarta
pusat, (3/3/2017). “Pokoknya terima kasih dan sukses buat para guru dan
siswa-siswi di sini” kata salah satu pasukan orange sambil tersenyum. Semoga
kerja sama seperti ini terus terjalin dengan lembaga-lembaga yang lain,
sehingga masalah sampah tidak ditangani diakhir oleh PPSU semata tetapi kerja
sama dari semua warga DKI; yang dimulai dari diri sendiri dan dari rumah. Ujar
seorang petugas kebersihan kepada tim Jurnalistik SMA Kristen Kanaan Jakarta.
Dilansir dari http://www.beritasatu.com
(3/3/2017).
Kepala
Dinas Kebersihan DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan DKI Jakarta merupakan kota
dengan volume sampah sebesar 6.500 -7.000 ton per hari. Volume tersebut sangat
tinggi jika dibandingkan dengan kota-kota besar di Eropa yang hanya
menghasilkan sampah 1.500 - 2.000 ton per hari. “Bayangkan sampah di DKI Jakarta
dalam satu hari volumenya mencapai 7.000 ton dan jumlah itu bertambah setiap
tahunnya,” kata Isnawa. (M R /Redaksi/ Ekskul Jurnalistik SMA K
Kanaan Jakarta)

Terima kasih..Bangga bisa menJadi bagian dari pasukan oranye kelurahan Gunung Sahari Selatan kemayoran..Kalian luar biasa
BalasHapusPasukan khusus ini memang didesain khusus untuk mengubah wajah kota kita..salam perubahan dan reovolusi mental.
BalasHapus