Namanya MIA

Posted by Kuncup Kaka on Rabu, 16 Agustus 2017

Jakarta, 24 Februari 2017, pukul 07.00 pagi.

Seorang gadis sedang menduduki sebuah bangku panjang di sebuah taman, meratapi nasibnya kalau orangtuanya telah tiada. Gadis dengan rambut berwarna hitam kecokelatan itu bernama Tamia Priskila Willis,  mengingat umurnya yang sudah mencapai 17 tahun yang membuatnya merasa sangat bersyukur, bahwa dia bisa hidup sampai saat ini tanpa kedua orangtuanya.

Peristiwa itu terjadi, ketika Mia beserta kedua orangtuanya dalam sebuah mobil. Tiba-tiba saja, seorang pria mengetuk jendela mobil meminta

-MIA-
Jalanan yang begitu sepi di kala hujan datang dan membanjiri bumi ayahnya untuk turun. Mia tidak mengerti, mengapa ibunya secara bersembunyi membawanya ke dalam sebuah bangunan. ini.

gambar ilustrasi
Mia menghelakan nafasnya, “ Mengapa hujan selalu datang di waktu yang tepat?”, katanya dengan raut muka sedih

“Kalau seandainya waktu dapat terulang, apakah yang kau perbuat?”, kata gadis berkacamata ini pada temannya

“Mungkin aku akan melindungi mereka. Tidak, mungkin aku akan berdoa.. kepada Tuhan untuk menjaga mereka”, tuturnya pada Alexia

“Apakah kau mengerti? meski dunia begitu luas, ternyata begitu sempit. Segala kejadian ini dapat terjadi lagi atau tidak”, ucapnya pada gadis di sampingnya

“  Aku tidak mengetahui kapan segala sesuatu akan berakhir”, ucapan sedih yang terdengar pilu

“Menunggu memang tidak mudah, namun banyak orang rela menunggu demi hidupnya”, kata yang terpikir itu keluar

“Aku lelah! Terlalu sulit dalam kesunyian dan persembunyian ini”, balasnya dengan perlawanan kata itu

“Kamu tidak boleh berhenti. Mohon ingat, apa yang orangtuamu khawatirkan. Seandainya, kami tidak melindungimu, mungkin kamu bisa saja terbunuh ”, ucapannya seiring dengan ingatannya

“ Berapa lama lagi hujan akan berhenti ?”

Percakapan yang diingatnya ketika ia bersama  untuk terakhir kalinya. Ketika, sebelum ia dipindahkan ke kota lain. Kehidupan yang begitu rumit, dengan kepindahan dari suatu tempat ke tempat lainnya.

Membuat ia harus beradaptasi dan membuka dirinya pada hal yang baru. Kehidupannya yang jauh dari keributan dan menutup dirinya karena alasan tertentu. Dalam hidupnya yang terlalu sering dalam sebuah persembunyian, ia tak mengenal lagi dengan cinta.

-MIA-
Matahari yang begitu gelap, terdengar suara burung dan teriakan yang begitu memekak. Mimpi yang aneh dan menakutkan, ulasan dari masa lalu yang tak terlupakan.

Aku mengusap keringatku , kala terbangun di tengah malam hari. Hal rutin yang dilakukan setiap harinya, bersiap-siap dan pergi bersekolah.

“Mia, sarapan sudah siap. Buruan makan, terus langsung pergi ke sekolah”
“Iya, kak Lena. Sebentar aja, lagi masukkin buku ke dalam tas”

 Setelah selesai, Aku segera makan sarapan pagiku dan bersama kak Lena pergi ke sekolah.

‘ Aku merasa heran dengan sekolah ini, apakah anak-anak ini sangat bergengsi ? Dalam hal penampilan dan ekspresi, mereka terlihat arogan dengan sikap itu. Sementara aku, adalah murid baru yang berasal dari Jakarta dan aku lebih terbiasa dengan lingkunganku dulu. ‘

-Lena-

Mia adalah seorang anak tunggal dari kedua orangtuanya yang telah meninggal dalam suatu kesengajaan. Sedangkan aku adalah seorang anak yatim piatu  karena orangtuaku terbunuh dalam suatu kecelakaan. Kesamaan kami yaitu terkunci oleh masa lalu dimana kami mengetahui bahwa motif dari rencana kriminalitas ini.

Mia butuh untuk merasakan masa mudanya, bukanlah terkekang oleh sebuah janji dimana hidup adalah imbalan dan rasa kekecewaan.

-Mia-

Hari ini cukup menyenangkan dan beberapa teman mulai mendekatiku, lalu kami pergi bersama ke sekolah dan bermain juga berjalan ke luar. Aku hanya bisa merasakan ini sekali atau beberapa kali, karena keadaan tak memungkinkan untuk keluar bebas. Untuk saat ini, aku merasa inilah tahun terbaik yang aku punyai.

Aku akan menceritakan bahwa orangtuaku terbunuh karena seorang kolega kerjanya  menjebak ayahku pada seorang mafia dan ketika ayahku mencoba untuk berlari, orang itu menembak ayahku. Ibuku meninggal karena terbunuh oleh seorang pembunuh bayaran karena ia sedang membela suatu kasus sebagai pengacara. Aku ditargetkan karena aku ingin mencari tahu sebab ibuku terbunuh dengan tidak adilnya.

Aku ingin hidup bahagia dan damai, tanpa suatu ancaman.

1 tahun berlalu, Bandung, Jawa Barat

Seketika seorang mata-mata menemukanku dan menculikku ke suatu tempat , dimana tempat ini cukup berbahaya. Dengan kekuatan yang tersisa, aku mencoba untuk terlepas dari ikatan tali di bangku kayu ini. Aku segera berhenti dan berpura-pura pingsan saat sang penculik dan boss nya masuk ke dalam gudang ini.

Seketika itu juga, aku mengetahui bahwa  yang membunuh ayahku dengan pistol adalah boss itu, terasa oleh suara dan tampang itu. Dan pria itu adalah utusan dari orang yang membunuh ibuku, jadi semua ini adalah rencana dan pembunuhan berantai. Apakah kini giliranku? Oh tidak, kuharap ada yang datang dan mengeluarkanku.

-Lena-

‘Aku bingung, saat ini adalah waktunya pulang, dimanakah Mia ? Tidak mungkin ia kabur, atau ia diculik ?’, batinku berbicara. Setelah itu aku baru sadar dan langsung menelepon markas.

“Oh tidak,  Mia menghilang”

“Bagaimana dengan keberadaannya?? Kau memasangkan chip pada tasnya kan?”, kata Chris, teman setimku

“Benar juga. Ia berada di bangunan PT. Emas Kimia. Segera, kirimkan beberapa tim di markas ke sana”

“Baik.”

-MIA-

Situasi ini begitu menyeramkan, kini ada sekitar 7 orang itu mempersiapkan beberapa senjata..

“Aku harap Tuhan melindungiku, kumohon kak Lena datang…”

Brakk, tiba-tiba pintu terbuka. Seketika, kak Lena bersama beberapa orang mulai menghabisi para penjahat  dan boss itu kabur.  Kak Lena bersama Chris berusaha membuka tali dan untunglah tali ini tidak terlalu sulit dibuka dan keras. Setelah itu, kami berusaha membantu untuk mengalahkan para penjahat ini.

“Kak, ayo kita mulai aksi ini”

Dengan mengerahkan usaha sebisa kami, akhirnya para penjahat itu rebah dan tidak mampu bergerak .

2023, Bekasi

-Mia-

Setelah 6 tahun berlalu, semuanya telah usai. Aku belajar untuk tidak hidup dalam rasa kecewa dan terus bersyukur pada-Nya yang telah menjagaku senantiasa. Aku akan meleluasakan hidupku dan tak terikat dengan masa lalu lagi. Karena hidup itu tidak bisa ditebak dan sebisa mungkin, aku ingin hidupku damai, tanpa mencari keributan.

Kini persahabatan itu penting dan butuh kerjasama yang baik untuk mewujudkannya. Hiduplah dengan kebahagiaan, hal-hal yang sederhana dan jangan memaksakan dirimu untuk berjuang.

Aku sekarang bekerja sebagai pasukan khusus dan aku ingin menjaga negara dan warga negara agar tetap aman.

Sekian , inilah ceritaku yang penuh petualangan dan aksi.
-Hiduplah tanpa beban dan hadapi dengan kekuatan positifmu- 

MIA

Oleh : Merlyn



1 Response to "Namanya MIA"

  1. You really make it seem really easy along with your presentation but I find this matter to be actually something which I feel I would never understand. It seems too complicated and extremely broad for me. I am having a look forward on your subsequent post, I'll attempt to get the hold of it! outlook 365 sign in

    BalasHapus

Tinggalkan Kesanmu di sini