Jakarta, 24 Februari 2017, pukul 07.00 pagi.
Seorang gadis sedang
menduduki sebuah bangku panjang di sebuah taman, meratapi nasibnya kalau
orangtuanya telah tiada. Gadis dengan rambut berwarna hitam kecokelatan itu
bernama Tamia Priskila Willis, mengingat
umurnya yang sudah mencapai 17 tahun yang membuatnya merasa sangat bersyukur,
bahwa dia bisa hidup sampai saat ini tanpa kedua orangtuanya.
Peristiwa itu
terjadi, ketika Mia beserta kedua orangtuanya dalam sebuah mobil. Tiba-tiba
saja, seorang pria mengetuk jendela mobil meminta
-MIA-
Jalanan yang begitu
sepi di kala hujan datang dan membanjiri bumi ayahnya untuk turun. Mia tidak
mengerti, mengapa ibunya secara bersembunyi membawanya ke dalam sebuah
bangunan. ini.
![]() |
| gambar ilustrasi |
Mia menghelakan
nafasnya, “ Mengapa hujan selalu datang di waktu yang tepat?”, katanya dengan
raut muka sedih
“Kalau seandainya
waktu dapat terulang, apakah yang kau perbuat?”, kata gadis berkacamata ini
pada temannya
“Mungkin aku akan
melindungi mereka. Tidak, mungkin aku akan berdoa.. kepada Tuhan untuk menjaga
mereka”, tuturnya pada Alexia
“Apakah kau mengerti?
meski dunia begitu luas, ternyata begitu sempit. Segala kejadian ini dapat
terjadi lagi atau tidak”, ucapnya pada gadis di sampingnya
“ Aku tidak mengetahui kapan segala sesuatu
akan berakhir”, ucapan sedih yang terdengar pilu
“Menunggu memang
tidak mudah, namun banyak orang rela menunggu demi hidupnya”, kata yang
terpikir itu keluar
“Aku lelah! Terlalu
sulit dalam kesunyian dan persembunyian ini”, balasnya dengan perlawanan kata
itu
“Kamu tidak boleh
berhenti. Mohon ingat, apa yang orangtuamu khawatirkan. Seandainya, kami tidak
melindungimu, mungkin kamu bisa saja terbunuh ”, ucapannya seiring dengan
ingatannya
“ Berapa lama lagi
hujan akan berhenti ?”
Percakapan yang
diingatnya ketika ia bersama untuk
terakhir kalinya. Ketika, sebelum ia dipindahkan ke kota lain. Kehidupan yang
begitu rumit, dengan kepindahan dari suatu tempat ke tempat lainnya.
Membuat ia harus
beradaptasi dan membuka dirinya pada hal yang baru. Kehidupannya yang jauh dari
keributan dan menutup dirinya karena alasan tertentu. Dalam hidupnya yang
terlalu sering dalam sebuah persembunyian, ia tak mengenal lagi dengan cinta.
-MIA-
Matahari yang begitu
gelap, terdengar suara burung dan teriakan yang begitu memekak. Mimpi yang aneh
dan menakutkan, ulasan dari masa lalu yang tak terlupakan.
Aku mengusap
keringatku , kala terbangun di tengah malam hari. Hal rutin yang dilakukan
setiap harinya, bersiap-siap dan pergi bersekolah.
“Mia, sarapan sudah
siap. Buruan makan, terus langsung pergi ke sekolah”
“Iya, kak Lena.
Sebentar aja, lagi masukkin buku ke dalam tas”
Setelah selesai, Aku segera makan sarapan
pagiku dan bersama kak Lena pergi ke sekolah.
‘ Aku merasa heran
dengan sekolah ini, apakah anak-anak ini sangat bergengsi ? Dalam hal
penampilan dan ekspresi, mereka terlihat arogan dengan sikap itu. Sementara
aku, adalah murid baru yang berasal dari Jakarta dan aku lebih terbiasa dengan
lingkunganku dulu. ‘
-Lena-
Mia adalah seorang
anak tunggal dari kedua orangtuanya yang telah meninggal dalam suatu
kesengajaan. Sedangkan aku adalah seorang anak yatim piatu karena orangtuaku terbunuh dalam suatu
kecelakaan. Kesamaan kami yaitu terkunci oleh masa lalu dimana kami mengetahui
bahwa motif dari rencana kriminalitas ini.
Mia butuh untuk
merasakan masa mudanya, bukanlah terkekang oleh sebuah janji dimana hidup
adalah imbalan dan rasa kekecewaan.
-Mia-
Hari ini cukup
menyenangkan dan beberapa teman mulai mendekatiku, lalu kami pergi bersama ke
sekolah dan bermain juga berjalan ke luar. Aku hanya bisa merasakan ini sekali
atau beberapa kali, karena keadaan tak memungkinkan untuk keluar bebas. Untuk
saat ini, aku merasa inilah tahun terbaik yang aku punyai.
Aku akan menceritakan
bahwa orangtuaku terbunuh karena seorang kolega kerjanya menjebak ayahku pada seorang mafia dan ketika
ayahku mencoba untuk berlari, orang itu menembak ayahku. Ibuku meninggal karena
terbunuh oleh seorang pembunuh bayaran karena ia sedang membela suatu kasus
sebagai pengacara. Aku ditargetkan karena aku ingin mencari tahu sebab ibuku
terbunuh dengan tidak adilnya.
Aku ingin hidup
bahagia dan damai, tanpa suatu ancaman.
1 tahun berlalu,
Bandung, Jawa Barat
Seketika seorang
mata-mata menemukanku dan menculikku ke suatu tempat , dimana tempat ini cukup
berbahaya. Dengan kekuatan yang tersisa, aku mencoba untuk terlepas dari ikatan
tali di bangku kayu ini. Aku segera berhenti dan berpura-pura pingsan saat sang
penculik dan boss nya masuk ke dalam gudang ini.
Seketika itu juga,
aku mengetahui bahwa yang membunuh
ayahku dengan pistol adalah boss itu, terasa oleh suara dan tampang itu. Dan
pria itu adalah utusan dari orang yang membunuh ibuku, jadi semua ini adalah
rencana dan pembunuhan berantai. Apakah kini giliranku? Oh tidak, kuharap ada
yang datang dan mengeluarkanku.
-Lena-
‘Aku bingung, saat
ini adalah waktunya pulang, dimanakah Mia ? Tidak mungkin ia kabur, atau ia
diculik ?’, batinku berbicara. Setelah itu aku baru sadar dan langsung
menelepon markas.
“Oh tidak, Mia menghilang”
“Bagaimana dengan
keberadaannya?? Kau memasangkan chip pada tasnya kan?”, kata Chris, teman
setimku
“Benar juga. Ia
berada di bangunan PT. Emas Kimia. Segera, kirimkan beberapa tim di markas ke
sana”
“Baik.”
-MIA-
Situasi ini begitu
menyeramkan, kini ada sekitar 7 orang itu mempersiapkan beberapa senjata..
“Aku harap Tuhan
melindungiku, kumohon kak Lena datang…”
Brakk, tiba-tiba
pintu terbuka. Seketika, kak Lena bersama beberapa orang mulai menghabisi para
penjahat dan boss itu kabur. Kak Lena bersama Chris berusaha membuka tali
dan untunglah tali ini tidak terlalu sulit dibuka dan keras. Setelah itu, kami
berusaha membantu untuk mengalahkan para penjahat ini.
“Kak, ayo kita mulai
aksi ini”
Dengan mengerahkan
usaha sebisa kami, akhirnya para penjahat itu rebah dan tidak mampu bergerak .
2023, Bekasi
-Mia-
Setelah 6 tahun
berlalu, semuanya telah usai. Aku belajar untuk tidak hidup dalam rasa kecewa
dan terus bersyukur pada-Nya yang telah menjagaku senantiasa. Aku akan
meleluasakan hidupku dan tak terikat dengan masa lalu lagi. Karena hidup itu
tidak bisa ditebak dan sebisa mungkin, aku ingin hidupku damai, tanpa mencari
keributan.
Kini persahabatan itu
penting dan butuh kerjasama yang baik untuk mewujudkannya. Hiduplah dengan
kebahagiaan, hal-hal yang sederhana dan jangan memaksakan dirimu untuk
berjuang.
Aku sekarang bekerja
sebagai pasukan khusus dan aku ingin menjaga negara dan warga negara agar tetap
aman.
Sekian , inilah
ceritaku yang penuh petualangan dan aksi.
-Hiduplah tanpa beban
dan hadapi dengan kekuatan positifmu-
MIA
Oleh : Merlyn

You really make it seem really easy along with your presentation but I find this matter to be actually something which I feel I would never understand. It seems too complicated and extremely broad for me. I am having a look forward on your subsequent post, I'll attempt to get the hold of it! outlook 365 sign in
BalasHapus